Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

Manisnya Kurma bagi Kesehatan

Selain ketupat, meriahnya Ramadhan tampak sedikit hambar tanpa kehadiran kurma. Tak hanya menjadi tradisi saja, ternyata buah manis asal Timur Tengah ini mengandung gizi dan khasiat kesehatan yang banyak. Ini buktinya.

Para peneliti dari University of Scranton menemukkan kurma dan buah-buah kering lainnya sangat kaya akan antioksidan yang bernama polyphenol, serta serat. The American Cancer Society menyarankan kita untuk mengonsumsi 20-35 gram serat pangan (dietary fiber) setiap harinya. Dan serat pangan ada yang larut dan tidak larut.

Dimana serat yang membantu proses penceranaan dengan mendorong makanan ke saluran cerna adalah serat yang tidak larut. Sedangkan, serat larut mampu mencegah penyakit jantung dengan menurunkan tingkat LDL atau kolesterol jahat. Tidak hanya itu, serat larut juga bisa menurunkan kadar gula darah, yang ujungnya akan membantu menjaga penyakit diabetes tetap terkendali.

Kurma merupakan asupan energi yang baik, karena setiap butir kurma mengandungan 31 gram karbohidrat. Porsi ini juga termasuk 3 gram serat pangan dan 29 gram fruktosa, glukosa dan sukrosa (gula alami yang mudah dibakar tubuh untuk menyediakan energi). Nilai plus dari kurma adalah, mereka akan memberikan energi tanpa lemak atau kolesterol.

Kandungan potasium dalam kurma juga menyodorkan manfaat bagi kesehatan kita. Tubuh membutuhkan asupan potasium untuk mencegah terjadinya kontraksi otot. Potasium merupakan mineral penting bagi tubuh untuk melindungi otot jantung, serta menjaga kesehatan proses metabolisme tubuh dan memastikan sistem saraf tetap berfungsi dengan baik. Plus, potasium juga mampu membuat tubuh melenyapkan sodium, dan secara otomatis akan menurunkan tekanan darah.

Tubuh tidak bisa menyimpan potasium secara berlebih, dan biasanya akan hilang bersamaan dengan keringat. Dan seperti kita tahu, fungsi hati akan berkurang sejalan dengan bertambahnya usia kita. Jadi, meningkatkan asupan potasium menjadi 400 mg akan membantu kita menurunkan risiko stroke hingga 40%. Dan 100 gram kurma mengandung 667 mg potasium.

Jangan jadikan kurma hanya sebagai ‘hiasan’ bulan Ramadhan saja. Petik manisnya khasiat kurma dengan mengonsumsinya secara rutin setiap hari.
read more “Manisnya Kurma bagi Kesehatan”

Komedi Saudi Bikin Kesal Laki-laki

Sebuah komedi pembalikan peran yang ditampilkan di televisi Saudi, di mana seorang perempuan menikahi empat suami, telah melancarkan satire sangat tajam tentang kebanggaan laki-laki dan standar ganda.

Komedi itu merupakan sebuah episode dalam serial satire paling terkenal di Arab Saudi, Tash Ma Tash atau Bukan Masalah Besar, sebuah sindiran tentang prasangka sosial yang ditampilkan setiap tahun selama bulan Ramadhan. Pemeran utamanya memiliki empat suami, yang menjelaskan tindakan poliandrinya dengan menggunakan argumen konvensional yang dipakai para pria Saudi saat melakukan poligami.

Ketika perempuan itu menikah lagi untuk pertama kalinya dia mengeluh bahwa suami pertamanya tidak lagi peduli dengan penampilannya, setelah lima tahun menikah, dan sibuk dengan pekerjaannya. Suami keempatnya seorang pria Suriah dan ia jelaskan dengan mengatakan bahwa ia sudah bosan dengan laki-laki Saudi.

Lalu ia memutuskan, dia ingin menikah untuk kelima kalinya. Hal itu membuat empat suaminya ingin tahu siapa dari mereka yang akan diceraikan dan berkubang dalam rawa kecemburuan.

Para ulama konservatif, saat ini dalam posisi defensif ketika Raja Abdullah berupaya untuk memodernisasi sejumlah perangai sosial negeri itu, telah diduga tentu saja tidak terima hal itu, sementara para pria dalam forum di internet telah menyerang serial itu sebagai mempromosikan prostitusi.

"Apa yang dilakukan itu menyakiti kami," kata salah seorang ulama, Sheikh Saad Al-Buraik. "Atas nama komedi, mereka mengolok-olok agama dan kepercayaan kami."

Biasanya ada teguran untuk Tash Ma Tash. Namun, dikatakan bahwa acara itu merupakan salah satu program favorit Raja Abdullah. Minggu lalu, sebuah episode juga memicu kontroversi, yang menggambarkan dua pria yang mengunjungi saudara dari ibu mereka yang sudah meninggal, seorang Arab kelahiran luar negeri. Dua pria itu baru mengetahui ternyata paman mereka itu seorang pendeta Kristen.

Mereka terguncang atas temuan itu, tetapi mereka datang untuk menghormati dia atas kejujuran dan kemurahan hatinya.
read more “Komedi Saudi Bikin Kesal Laki-laki”

Bekas Rumah Gubernur Belanda itu Kini Menjadi Masjid

Orang mungkin tidak akan menyangka sebuah bangunan di Jalan Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, ini adalah masjid.

Bangunan Masjid Cut Meutia memang tampak berbeda dibanding masjid pada umumnya. Arsitektur kolonial Belanda masih sangat kental. Ini terlihat dari langit-langit masjid yang tinggi dari tanah, ditambah ratusan jendela yang berjejer di dalam masjid.

“Bangunannya tidak ada yang diubah, hanya tangga yang kami pindahkan dan perawatan,” jelas Ketua Pelaksana Harian Masjid Cut Meutia Herry Heraman.

Herry menuturkan bangunan masjid merupakan bekas residen atau kediaman Gubernur Jendral Van Huis. Bangunan ini dibangun pada 1887 dan efektif digunakan pada 1920. Para arsitek Belanda yang menamakan diri EV De Bowplogh merencanakan pembangunan kawasan elite Menteng, yaitu Gondangdia View di lahan seluas 600 hektare, di mana kediaman Van Huis masuk di dalamnya.

Di masa pendudukan Jepang, kisah Herry, bangunan yang terletak di Jalan Taman Cut Meutia Nomor 1 Menteng, Jakpus ini dijadikan sebagai Markas Besar Angkatan Laut. Namun saat Indonesia merdeka, bangunan ini pernah menjadi kantor beberapa instansi di antaranya kantor urusan agama, Kantor Wali Kota Jakpus, dan kantor Perusahaan Daeran Air Minum (PDAM) Jakarta. Terakhir menjadi Sekeretariat MPRS dan urusan perumahan Jakarta.

Saat almarhum Jenderal purn AH Nasution menjabat Ketua MPRS pada 1969, bangunan ini diwakafkan kepada Yayasan Al Jihad melalui eksponen 66 (para aktivis mahasiswa di antaranya Arief Rahman Hakim dan Akbar Tanjung) serta sempat dijadikan tempat ibadah oleh mereka. Sedangkan di lantai 2 masih tetap menjadi perkantoran.

Namun pada 1971 resmilah bangunan ini menjadi sebuah masjid tingkat provinsi, dan diberi nama Cut Meutia dikarenakan bangunan ini diapit oleh dua jalan yaitu Jalan Cut Meutia dan Jalan Taman Cut Meutia. Selain itu, penamaan Cut Meutia juga sebagai bentuk penghargaan terhadap pahlawan perempuan muslim pertama. Nama yayasan kemudian juga diubah menjadi Yayasan Masjid Cut Meutia dengan SK Menteri Nomor 1586 Tahun 1987.

Ketika memasuki masjid ini, lagi-lagi jamaah akan dikejutkan dengan pemandangan yang unik. yaitu arah kiblat yang tidak sejajar dengan bangunan. Arah kiblat di masjid ini adalah 15 derajat dari tangan kanan kita. Uniknya lagi, mimbar bagi penceramah seolah-olah ada di tengah jamaah, karena posisi salat kita yang tidak lurus dengan bangunan.

“Di sini tempatnya pejabat Jakarta dan diplomat salat,” imbuh Herry.

Jumlah ventilasi yang banyak juga menambah sejuk suasana ruang utama masjid. Tak heran, pasalnya ada 100 lebih jendela di dalam ruangan dan langit-langit yang tinggi.

“Udara di sini sejuk. Sirkulasi udaranya baik karena masjid ini memiliki 104 jendela dan langit-langitnya tinggi,” jelas Herry. Masjid dengan luas bangunan 4.616 meter persegi dan tinggi 4,2 meter ini mampu menampung 3.000 jamaah di kedua lantainya.

Herry melanjutkan, setidaknya ada 5.000 jamaah memenuhi masjid ini setiap salat Jumat dan Tarawih.

Fasilitas yang disediakan di masjid ini juga terbilang lengkap, yaitu standing AC, televisi, air minum gratis, tisu, serta sabun cuci tangan. “Jarang ada masjid menydiakan air minum sampai tisu-tisunya,” katanya.
read more “Bekas Rumah Gubernur Belanda itu Kini Menjadi Masjid”

Berbuka Puasa di Gereja

Di sini pernah terjadi sebuah keindahan menjalankan ibadah. Antar umat beragama saling menghormati. Tak hanya itu, mereka juga saling menunjukkan simpati sekaligus menolong antarumat beragama. Bahkan setiap bulan Ramadan, ratusan muslim berbuka puasa di dalam gereja. Begitulah kenyataan yang sempat terjadi di Solo, Jawa Tengah.

Gereja Kristen Jawa Manahan, Solo, sudah 13 tahun ini menggelar acara buka bersama. Ini telah berlangsung sejak krisis moneter melanda negeri sekitar tahun 1997. Niat awal didasari oleh rasa iba kepada saudara muslim yang kurang mampu. Sebagian besar yang ikut serta kegiatan itu adalah tukang becang, buruh bangunan, pedagang asongan dan lain-lain.

Tapi, buka puasa bersama ini memang tidak gratis. Hanya saja harga makanannya supermurah. Cuma dipungut biaya Rp 500 per porsi, mereka bisa menghemat pengeluaran uang konsumsi dibandingkan dengan memasak sendiri. Pihak GKJ Manahan berharap dengan bisa menghemat, ketika Lebaran mereka akan memiliki uang yang cukup untuk merayakan hari idul fitri itu.

Setiap hari, sedikitnya ada 200 – 300 orang yang ikut kegiata buka bersama di salah satu ruangan di GKJ Manahan. Setiap mendekati waktu buka puasa, halaman GKJ Manahan akan dipenuhi dengan becak dan sepeda onthel milik masyarakat yang kurang beruntung tersebut. Selain itu, dari kalangan umat Kristen juga sibuk mempersiapkan hidangan yang akan disajikan.

Menu buka puasa yang disajikan juga selalu berganti setiap harinya. Kadang, kari ayam, soto ayam maupun sop ayam. Intinya masakan yang berkuah dan menggunakan daging ayam. Pihak panita lebih memilih daging ayam daripada daging sapi. Tujuannya untuk mencegah terjadinya pencampuran daging sapi dengan daging lainnya.

Untuk memasak, pihak GKJ Manahan Solo menyerahkan kepada para ibu-ibu jemaat gereja untuk memasaknya. Pihak gereja juga meyakinkan bahwa semua masakannya halal. Bahkan, seringkali organisasi agama Islam melakukan pengecekan dalam hal memasak. Pihak GKJ Manahan sangat menghormati umat Islam sehingga mempersilahkan untuk melihat proses memasaknya jika ada kekhawatiran.

Kegiatan ini tidak ada misi atapun pesan tertentu untuk melakukan kristenisasi kepada umat Islam. Bahkan, pihak gereja juga mengundang kepada para ustad untuk memberikan kuliah tujuh menit sebelum melakukan buka puasa. Selain itu, pihak gereja juga menyiapkan tempat untuk melakukan sholat maghrib di salah satu ruangan di komplek gereja.

Namun, semua itu kini akan tinggal kenangan. Sebabnya, muncul sebuah kelompok bernama Forum Ukhuwah Islamiyah Elemen Umat Islam Surakarta yang menolak buka bersama yang digelar gereja itu. Menurut Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Solo, Dahlan Harjo Taruno, buka bersama masuk ke wilayah ibadah umat muslim.

"Musyarawarah sejumlah elemen umat Islam se- Surakarta menolaknya," kata Dahlan. "Sebagai gantinya sejumlah masjid di Surakatya akan menggelar acara buka bersama secara gratis."

Ketua Bhinneka Peduli Kemanusiaan dan Perdamaian Solo sebagai penyelenggara bersama GKJ Manahan, H Zainal Abidin Achmad, mengatakan tidak mempermasalahkan penolakan itu.

“Kami malah bersyukur. Saya pun berharap semoga buka bersama yang dilakukan forum tersebut lebih baik dari kita,” katanya. “Yang kita inginkan adalah suasana kondusif, rukun dan damai. Jadi, kita menghargai keinginan atas penolakan ini."

read more “Berbuka Puasa di Gereja”

Holi Powder Murah

Tepung Warna

Holi Powder Indonesia

Follower

 

Link

Link

Template by SeKeDaR bErBaGi